Februari lalu, saya mendapat email tak terduga mengenai undangan untuk mengikuti acara Mozilla Localization Workshop di Taipei!

Setelah mendapat email tersebut, saya cukup ragu untuk mengatakan “ya”. Selain karena saya masih baru dipelokalan (meski dulu sempat sedikit membantu), saya juga sudah tidak aktif baik di komunitas Mozilla secara global maupun komunitas Mozilla di Indonesia. Alasan lain adalah karena saat ini saya sedang aktif di peramban lain. 😉 Hal inilah yang membuat saya ragu dan sempat meminta pendapat dari beberapa orang perihal yang harus saya lakukan untuk menjawab email tersebut. Hasilnya, saya memantapkan diri untuk menerima undangan tersebut. 🙂

Meski ini bukan merupakan undangan pertama saya, karena undangan pertama saya  adalah saat saya masih aktif di ReMo, tapi ini merupakan acara Mozilla di luar Indonesia yang akan saya hadiri untuk pertama kali jika permintaan visa saya disetujui.

Jika saya mendapatkan visa. Ya, sebenarnya saya pasrah jika pada akhirnya saya tidak bisa menghadiri acara tersebut karena masalah visa. Saking pasrahnya (walaupun sedikit cemas dan berharap juga) saya mencoba untuk mengajukan permohonan untuk mendapatkan visa Taiwan. Dan setelah perjalanan panjang mengisi formulir permohonan visa dan bertemu kembali dengan macetnya Bekasi-Jakarta, saya akhirnya mendapatkan visa Taiwannya!

Visa sudah ditangan dan sudah pasti saya akan menghadiri acara tersebut, tapi “menariknya”, saya belum memberi tahu keluarga hingga hari keberangkatan. 😀

Saya juga sempat khawatir mengenai yang akan saya lakukan saat berangkat dan tiba di sana sendiri. Selain karena ini merupakan penerbangan internasional pertama saya, penerbangan saya juga berbeda dari Om Benny (pelokal lain dari Indonesia yang juga mendapat undangan) dan saya akan tiba lebih dulu di Taipei. Sendiri. Di luar negeri. Setidaknya sampai bertemu Om Benny. :p

Saya bahkan bolak-balik melihat Google Maps untuk memastikan rute yang akan saya lalui dari bandara – hotel – lokasi acara, hingga memastikan dan mempertimbangkan transportasi yang akan saya gunakan nantinya.

Tapi kabar baiknya, ternyata saya mendapat teman seperjalanan! Awalnya yang saya tahu rekan pelokal dari Indonesia yang akan menghadiri acara ini hanya saya dan Om Ben. Namun sekitar sebulan sebelum acara, saya tahu kalau kak Fauzan, salah seorang ReMo aktif, juga akan menghadiri acara tersebut. Dan berita gembiranya adalah kami, saya dan kak Fauzan, ternyata naik penerbangan yang sama! Hilanglah kekhawatiran saya yang muncul sebelumnya. 🙂

Ternyata intronya terlalu panjang. Hehe :p Sekarang giliran cerita utamanya!

Pada 21 April, saya berangkat dari rumah pukul 02:00 dini hari menggunakan Bus Damri menuju bandara Soekarno-Hatta dan tiba di bandara sekitar pukul 03:30. Teryata kak Fauzan sudah lebih dulu tiba dan akhirnya kami bertemu dan menunggu sejenak karena proses lapor belum dibuka. Setelah lapor, proses imigrasi, pengecekan bagasi, dan menunggu akhirnya kami terbang menuju Taipei dengan menggunakan Airbus A330-300! Kami sempat transit di Hongkong selama lebih kurang satu jam sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju Taipei. Proses dan perjalanan yang menyenangkan karena ini pertama kalinya saya mengalaminya.

Setibanya di Taipei, hore!, proses lapor di imigrasinya pun cukup menyenangkan karena saya tidak ditanya apapun dan hanya tersenyum selama proses imigrasi. Tidak serumit yang saya bayangkan sebelumnya. Hehe.

Dari Bandara Internasional Taoyuan, kami menggunakan Taoyuan Airport Metro menuju Stasiun Utama Taipei (Taipei Main Station) dan dari Stasiun Utama Taipei kami melanjutkan perjalanan ke hotel menggunakan Taipei Metro/MRT. Dari Stasiun Utama Taipei ke hotel sebenarnya tidak terlalu jauh. Hanya melewati 3 stasiun dan kami turun di R07 Stasiun Dongmen lalu berjalan kaki beberapa ratus meter menuju hotel.

Kami tiba di hotel sekitar pukul 17:45 waktu setempat dan langsung bersiap untuk mengikuti makan malam bersama di Take Five. Berangkat bersama rekan-rekan dari Malaysia, kami menerjang hujan ringan yang turun petang itu. Dan setelah berjalan kaki selama 20 menit (?) akhirnya kami tiba di lokasi dan di sana sudah ada rekan-rekan dari negara lain yang sudah tiba lebih dulu. Kami menikmati makan malam yang disiapkan sambil berbincang dan berkenalan (meski saya lebih banyak memperhatikan ketimbang berbicara. Hehe).

Setelah makan malam, Irvin, Mozillian dari Taiwan mengajak kami untuk mengunjungi Mozilla Space Taipei. Hanya beberapa orang yang ikut karena ada yang lebih memilih kembali ke hotel atau melakukan aktivitas lain. Perjalanannya cukup panjang dan melelahkan (karena saya baru tiba di Taipei dan belum sempat beristirahat dan) karena perjalanan ke Mozilla Space-nya ditempuh dengan berjalan kaki (Irvin bilang kalau Mozilla Space-nya “tidak jauh” dari lokasi makan malam kami). Namun setelah tiba di sana, rasa lelahnya cukup terbayarkan.

Saat itu di Mozilla Space sedang diadakan acara rutin Mozillian dan Wikipediawan. Kami diajak berkeliling mengenal Mozilla Space Taipei dan mendapatkan informasi mengenai kegiatan yang diadakan di Mozilla Space. Kami juga sempat melakukan perkenalan singkat. Tur singkat tersebut diakhiri dengan foto bersama Mozillian dan Wikipediawan yang hadir.

Hari pertama Mozilla Localization Workshop

Saya, Om Ben, dan kak Fauzan berangkat menuju kantor Mozilla bersama rekan-rekan pelokal yang lain (catatan: kantor Mozilla Taiwan berbeda dengan Mozilla Space Taipei, fungsi dan lokasinya pun berbeda. Mozilla Space lebih difungsingkan untuk komunitas Mozilla). Kami bersama-sama naik Taipei Metro (rute merah Tamsui-Xinyi)  dari R07 Stasiun Dongmen dan turun di R02 Stasiun Xiangshan. Ternyata letak kantor Mozilla Taiwan tidak terlalu jauh dari Taipei 101, gedung 101 lantai yang merupakan salah satu ikon Taipei.

Hari pertama lokakarya dimulai dengan perkenalan dan dilanjutkan dengan persentasi singkat dari localization driver mengenai perkembangan terbaru dari pelokalan di Mozilla. Salah satunya mengenai Aurora yang dihilangkan dari kanal rilis Firefox. Untuk informasi, urutan kanal rilis Firefox yang sebelumnya adalah Firefox Nightly > Firefox Aurora > Firefox Beta > Firefox dan kini menjadi Firefox Nightly > Firefox Beta > Firefox. Hal ini membuat proses pelokalan yang sebelumnya dilakukan di Aurora berpindah ke Nightly.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan localization driver hingga waktu makan siang. Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan diskusi mengenai cara memperkenalkan proyek-proyek Mozilla. Sesi selanjutnya adalah sesi kelompok, yaitu setiap negara yang hadir melakukan aktivitas dan mengerjakan tujuan yang ingin dicapai di acara ini. Salah satu tujuan dari tim Indonesia adalah membuat daftar glosarium sederhana.

Setelah acara hari pertama selesai, kami melanjutkannya dengan makan malam bersama di Din Tai Fung yang terletak di Taipei 101. Dari kantor Mozilla, kami hanya perlu berjalan kaki (ditemani hujan ringan) selama beberapa menit menuju lokasi makan malamnya. Setelah makan malam, kami juga sempat untuk berkeliling mal yang terletak di Taipei 101 sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan untuk mengikuti cultural activity seperti yang direncanakan.

Naik Maokong Gondola!

Awalnya, cultural activity yang direncanakan adalah melihat pemandangan malam kota Taipei dari atas Taipei 101. Namun karena cuaca malam itu yang tidak memungkinkan, akhirnya acara tersebut diganti menjadi menaiki Maokong Gondola. Dan kabar gembiranya adalah saya tidak memakai jaket! Cuaca malam itu dingin karena hujan dan kami menaiki gondola menuju gunung. :O Sebenarnya saya masih bisa beradaptasi dengan suhunya tapi yang menjadi tantangan adalah angin yang menerpa tubuh saat berada di atas gunung. Bbbrrr!!

Untuk menuju Maokong Gondola, dari Taipei 101 kami menaiki bus (saya tidak tahu rute yang dilewati). Dan saat pulang, kami menaiki Taipei Metro karena busnya sudah berhenti beroperasi karena sudah malam. Hari itu ditutup dengan cantik dengan istirahat. 🙂

Hari kedua Mozilla Localization Workshop

Setelah sarapan, saya dan Om Ben kembali menuju kantor Mozilla menggunakan Taipei Metro. Kali ini kami hanya berdua karena yang lainnya sudah lebih dulu berangkat dan masih ada yang sarapan. Tidak banyak yang berbeda di hari kedua. Dimulai dengan persentasi singkat dari localization driver mengenai Pontoon, alat pelokalan berbasis web yang digunakan Mozilla, dan fitur-fiturnya. Dan dilanjutkan dengan pengujian hasil pelokalan baik itu produk (Firefox, Firefox untuk Android, dll) dan situs web (mozilla.org).

Nah, karena pelokalan Firefox sekarang berpindah dari Aurora ke Nightly, pelokal bisa melihat hasil kerjanya sehari setelah menerjemahkan. Ini karena Nightly selalu diperbarui setiap hari (kerja), berbeda dengan Aurora yang harus menunggu beberapa minggu sebelum hasil terjemahannya muncul di Aurora.

Lokakarya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, mengisi survei dan diakhiri dengan foto bersama di kantor Mozilla Taiwan. Dan setelah selesai, kami menuju pelataran Sun Yat-sen Memorial Hall untuk melakukan foto bersama (lagi) dengan berlatarkan Taipei 101. 🙂

Setelah sesi foto, kami berpisah menjadi dua grup. Grup pertama langsung menuju lokasi makan malam, dan saya ikut grup kedua yang mengunjungi kedai teh lokal, 7 Tea House, untuk belajar mengenai teh dan membeli teh sebagai buah tangan. Dan saya baru tahu kalau jenis-jenis teh itu ada banyak, lebih banyak dari yang saya tahu. 😀 Dari kedai teh, kami kembali berjalan kaki menuju lokasi makan malam di Qin Wei Guan yang juga merupakan acara terakhir dari rangkaian acara pelokalan ini.

Namun, setelah makan malam, beberapa peserta ada yang kembali ke hotel karena banyak yang akan pulang keesokan paginya. Saya juga termasuk orang yang memiliki penerbangan pagi esoknya, tapi saya dan Om Ben bersama beberapa rekan dari negara lain memilih untuk mengunjungi salah satu night market yang “tidak jauh” dari lokasi makan malam sekadar untuk melihat-lihat dan membeli buah tangan yang lain. 🙂

Pulang ke Indonesia…

Sayang, ceritanya cukup sampai di sini. Karena keesokan harinya saya sudah kembali ke Indonesia menggunakan Boeing 777-300ER pkl 08.45 dari TPE.

Memang cukup singkat perjalanan saya di Taipei. Tapi ini merupakan perjalanan yang menyenangkan buat saya. Mengalami hal baru, bertemu pelokal dan Mozillian dari negara lain, penerbangan luar negeri pertama, acara Mozilla (di luar Indonesia) dan acara pelokalan pertama yang saya hadiri, merasakan nyamannya transportasi di Taipei hingga mencicipi makanan Taiwan. 😉

Terima kasih kepada Om Romi, Om Benny dan kak Viking.

Terima kasih Peiying Mo dan Mozilla atas undangannya. Juga untuk Peter Chen atas bantuannya mengenai aplikasi visa. Saya sangat menghargai kesempatan yang diberikan! 🙂 <3

foto-foto oleh Mozilla Indonesia/Fauzan, Benny Chandra, Irvin, Gary Kwong, Peter Chen, Flod.